Kenali Infertilitas Pada Pria & Wanita

Anda telah menikah, tidak memakai alat kontrasepsi, tapi belum mendapat keturunan? Ada banyak faktor penyebab, baik medis maupun non medis, salah satunya adalah ketidaksuburan atau infertilitas. Infertilitas dapat terjadi pada pria ataupun wanita. Data Departemen Kesehatan pada 1998 menunjukkan ketidaksuburan atau infertilitas terjadi pada 3,3 juta pasangan di Indonesia. Penyebabnya 40% berasal dari pria, 40% dari wanita, dan 20%-30% dari keduanya. Sebanyak 12% infertilitas, terutama pada pria, tidak tertanggulangi, 13% potensial dapat diatasi, dan 25% lainnya merupakan kondisi semi subur (subfertil) yang dapat diatasi.

Menurut dokter spesialis bedah saluran kemih (urolog) Miftahul Alam, gangguan kesuburan terbagi dalam tiga kategori yaitu infertilitas pria, disfungsi ereksi,  dan wanita dengan disfungsi seksual (female sexual dysfunction/FSD). Dalam seminar bertajuk Kiat Sukses Pengobatan Diabetes Melitus dan Gangguan Kesuburan yang digelar Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Miftahul memerinci enam hal penyebab infertilitas pria. Penyebabnya adalah kriptorkismus, torsio testis, trauma testis, varikokel, pasca vasektomi, dan infeksi testis. Namun jangan khawatir, berikut penjelasan cara pencegahan dan penanganannya.

Kriptorkismus atau undescencus testis adalah satu kondisi dimana biji kemaluan tidak turun. Kelainan ini terjadi pada 8% pria dalam 1.000 kelahiran. Bila terjadi pada kedua kantung, disebut bilateral, sehingga mengakibatkan infertil. Namun, bila unilateral atau hanya pada salah satu kantungnya maka ia masuk kategori subfertil. Kasus kriptorkismus biasanya terjadi pada anak-anak. Kemungkinan kehamilan pada kasus unilateral berkisar 65%-80%, sedangkan pada bilateral 33%-66%. Penanganan sebelum masa pubertas bisa memperkecil risiko infertil. “Terapi terbaik dilakukan sebelum anak mencapai usia dua tahun,” ujar Miftahul.

Torsio testis atau terpuntirnya biji kemaluan. Ini paling sering dialami pada pria usia pubertas (10-20 tahun). Semakin lama kondisi ini dibiarkan maka akan merusak bagian sebelahnya. Bila berlangsung lebih dari empat jam, vital akibatnya. Penanganannya berupa tindakan darurat untuk detorsi oleh dokter.

Lalu, penyebab lainnya adalah trauma testis. Biasanya terjadi akibat benturan keras pada testis. Atlet bela diri sering mengalami ini. Pencegahan dapat dilakukan dengan menggunakan pelindung kantong kemaluan pada organ kontak. Miftahul menjelaskan testis yang trauma akan merusak batas darah testis (blood testis barrier), sehingga terbentuk antibodi anti sperma yang akan mempengaruhi kesuburan.

Varikokel atau varises pada pembuluh darah kelamin sehingga menyebabkan infertilitas primer pada pria. Persentase insiden ini cukup besar yakni 35% kasus. Pasangan yang telah menikah selama satu tahun tapi belum mempunyai anak patut waspada karena kasus ini banyak terjadi pada mereka. Penerapan terapi varikokelelektomi akan mengatasinya sekaligus mempunyai efek meningkatkan kualitas sperma.

Faktor lain menyebab infertilitas adalah pasca vasektomi. Sebanyak 2%-6% pria yang pernah vasektomi menginginkan penyambungan kembali saluran spermanya. Operasi bernama epididimovasostomi memungkinkannya memiliki anak kembali dengan tingkat kelahiran 19%-55%. Namun angka patensinya atau permanennya lebih tinggi yakni 35%-90%.

Infertilitas juga bisa terjadi akibat infeksi testis atau disebut orchitis. Infeksi yang menyebabkan peradangan pada biji kemaluan dan salurannya ini bisa menyerang pria segala usia.

Kesuburan Wanita
Gangguan kesuburan, sebagaimana telah disebutkan juga dapat terjadi pada wanita. Kajian bidang yang relatif baru ini menyebut gangguan kesuburan wanita sebagai female sexual dusfunction (FSD). Berbeda dengan pria, Miftahul memandang permasalahan seksual pada wanita lebih sulit penanganannya.

Secara normal, respon seksual pada wanita terdiri dari tahapan desire, arousal, plateau, orgasme, dan resolusi. Pada beberapa wanita, tahapan itu terjadi kekacauan (disorder) yang bisa digolongkan menjadi desire disorder, arousal disorder, orgasmic disorder, dan sexual disorder.

Desire disorder terjadi ketika tidak ada kemampuan maupun kurangnya fantasi seks dan atau aktivitas seksual. Penyebabnya bisa berasal dari faktor emosi/psikis atau masalah fisiologis seperti defisiensi hormonal dan obat-obatan yang merangsang menopause.

Arousal disorder serupa dengan gangguan ereksi pada pria, yakni bila wanita tersebut tidak mempunyai kemampuan untuk mencapai ataupun mempertahankan rangsangan seksual. Ini ditunjukkan dengan kurangnya lubrikasi vagina, relaksasi otot polos vagina, sensasi klitoris dan labium yang menurun.

Sedangkan orgasmic disorder adalah ketidakmampuan atau lambat mencapai orgasme setelah perangsangan seksual. Penyebabnya terdiri dari primer dan sekunder. Sebab primer berupa trauma emosional, misalnya karena pengalaman pelecehan seksual (sexual abuse), sedang sebab sekunder akibat trauma dan depresi hormonal.

Sementara sexual coital disorder terbagi dalam tiga bagian. Pertama, dispereunia yakni nyeri pada kelamin saat melakukan senggama. Kedua, vaginismus yakni spasme otot pada sepertiga vagina bagian luar, dan ketiga, non coital pain disorder.

Angka kejadian FSD meningkat seiring bertambahnya usia. FSD juga bisa terjadi karena masalah hormonal dimana terjadi kekurangan hormon estrogen yang menyebabkan atrofi mukosa vagina atau bahasa awamnya pengecilan saluran vagina dan submukorn.

Dari penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, diketahui 33% wanita mengalami penurunan minat seks, 25% tidak mencapai orgasme, 20% merasa tidak nyaman dalam melakukan hubungan seks, 20% mengalami masalah lubrikasi, dan 15% di antaranya merasa sakit saat berhubungan. Penanganan FSD dapat dilakukan dengan penggunaan obat, konsumsi hormon, hingga operasi. Namun apapun tindakan yang diambil, ketidaksuburan adalah masalah pasangan, bukan perseorangan. Bicarakan terlebih dahulu dengan pasangan sebelum memutuskan untuk menjalani terapi medis. Untuk hasil yang terjamin anda perlu berkonsultasi dengan ahli yang khusus menangani hal ini, yakni dokter spesialis.

*Artikel ini terbit di Bisnis Indonesia edisi Minggu, 11 Juli 2004.
Kenali infertilitas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s