Pengaruh Buku Bagi Perjalanan Hidup

Adakah buku atau bacaan yang mempunyai arti mendalam bagi anda? Percayakah anda, bila ditelusuri kehadiran setiap buku ada yang sekadar singgah dan ada juga yang lama menetap, menyisakan memori hingga mempengaruhi anda dalam mengarungi kehidupan.
Bagi penulis buku ini, ada banyak bahan bacaan semacam itu.

Menelusuri Buku KehidupanLewat buku yang bertajuk Menelusuri Buku Kehidupan: Sebuah Perjalanan Mencari Keutuhan, penulis mengisahkan pengalaman pribadinya yang mendalam terhadap suatu buku yang singgah atau menghampirinya. Tentang buku yang baginya penting karena mempengaruhi kehidupan dan cara berpikirnya.

Buku kehidupan juga mempunyai makna simbolik yang tak lain sebagai wadah tempat ditulisinya berbagai pengalaman, kesan, kenangan, renungan yang penulis alami dan pikirkan. Preferensi bacaannya mengalir seiring kecenderungannya terhadap minat, usia dan profesi yang dijalaninya. Sebagai wartawan, manajer toko buku Gramedia, hingga Wakil Presiden Direktur Kelompok Kompas-Gramedia.

Referensi bacaan yang beragam membuat pembaca bisa mereguk intisari yang memperkaya jiwa dalam waktu singkat. Dari ilmu rasa dalam sastra, ilmu rasional dari manajemen, hingga ilmu linuwih lewat Fengshui, Tao, Zen, dsb. Dari Sitor Situmorang, Peter Drucker sampai Lillian Too dan Deepak Chopra. Atau bisa juga disebut dari pengetahuan hingga kebijaksanaan.

Pada bagian satu buku ini yang berjudul Kuda Putih dan Sisyphus, penulis mengangkat kenangan akan kisah The Summer of the Beautiful White Horse yang pernah dibacanya di majalah Star Weekly. Lalu mengalirlah pengalamannya tentang menulis, penulis serta alasannya menulis esai demi esai ini hingga menjadi buku yang terdiri dari kumpulan 18 esai. Esai-esai itu berjalin berkelindan satu sama lain seperti aliran kehidupan. Semuanya sesuai dengan pandangannya tentang dua babak kehidupan yang saling melengkapi satu sama lain.

Babakan pertama kehidupan diceritakan penulis lewat tujuh esai, yang kedua hingga ke delapan. Perjalanan menekuni profesi wartawan di awal kehidupan, berjuang dalam jam-jam pertama kebangkitan sebuah media cetak hingga beralih menimba ilmu manajemen ketika menjadi manajer. Peralihan itu terjadi sebagai bagian dari tinjauan atas kebetulan bermakna yang dialaminya. Kebetulan yang datang menjadi petunjuk kebenaran sebagaimana manuskrip dalam Celestine Prophecy karya James Redfield. Bisa juga ditilik dari kutipan tulisan M. Scott Peck yang mengatakan we are often most in the dark when we are the most certain, and the most enlightened when we are the most confused.

Sisi Spiritual
Pembaca bisa melihat saat babakan kedua kehidupan penulis dimulai, yakni ketika buku bacaan mengarah pada sisi spiritual. Dalam buku ini ketika penulis merasa mengulang pengalaman atau dalam istilah terkenalnya déjà vu. Penulis mendalami The Silva Mind Control Method, I Ching yang terus berlanjut kepada pernafasan otak (brain respiration), prana, meditasi dan sejumlah olah batin lainnya.

Pengembaraan ke dalam dua ranah, rasional dan spiritual, menghasilkan perkawinan antara dunia fisik dan dunia batin. Bukan memutuskan pilihan pada satu jalan saja. Bukan sekedar menjadi petarung jalanan atau malah menjadi pandito, tetapi dengan sebuah jembatan keduanya dipadukan untuk menjadi seperti penyembuh perusahaan yang bisa melihat dalam gelap seperti dalam The Corporate Shaman atau The Corporate Mystic.

Begitulah, penulis mengulas sebuah buku kemudian dikaitkan dengan penghayatan serta refleksi pengalamannya. Atau bisa juga berangkat dari sosok penulis buku yang berpengaruh baginya. Tengok saja Peter Drucker dalam Menimbang Peter Drucker atau Carl Gustav Jung dalam Saya Melihat Ada Jembatan.

Bagaimana juga pendapatnya tentang sosok Robert Kiyosaki, yang booming lewat sejumlah buku menjadi kaya seri Rich Dad Poor Dad. Seperti hal lainnya, skeptisisme mendasari pencarian ilmu sehingga alih-alih serta merta percaya pada teori yang diajukannya penulis mencari referensi lain. Di dalam Menu Kaya Robert Kiyosaki penulis mengajak pembaca untuk menimbang kritikan John T. Reed, yang melaporkan hasil penelitiannya menyelidiki seluk beluk kehidupan pribadi Kiyosaki.

Pengalamannya terhadap lebih dari 100 buku yang diulas dalam buku ini membuktikan kekayaan bacaan yang dia temui dan reguk. Bukan tidak mungkin penulis sesungguhnya telah mencapai kebijaksanaan yang diidam-idamkannya. Kebijakan menyikapi kehidupan dengan tidak ngoyo seperti pesan Paramahansa Yogananda, seorang yogi, yang dikutipnya: don’t take life’s experiences too seriously. Play your part in life, but never forget it is only a role.

Ada ujaran buku adalah jendela dunia. Bunyi kalimat itu secara tidak langsung berarti bagi siapa saja yang membaca banyak buku maka dia akan memiliki banyak jendela dimana dia bisa melihat ke lebih banyak arah, sehingga dia mempunyai lebih banyak wawasan dalam menyikapi permasalahan.

Tidak berlebihan bila buku tentang buku dan kehidupan ini merupakan salah satu buku bermutu yang akan disukai oleh para penggemar buku. Dan memang tepat ungkapan Jacob Oetama, pendiri dan pemegang saham utama Grup Kompas-Gramedia, yang menilai buku ini sebagai buku yang unik. Begitulah adanya buku ini.

Resensi buku
Judul: Menelusuri Buku Kehidupan: Sebuah Perjalanan Mencari Keutuhan
Penulis: Indra Gunawan
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: 1, Oktober 2004
Tebal Buku: xvii + 170 halaman

Pengaruh Buku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s