Mendewasakan Pasar Obligasi

Pemerintah, khususnya Departemen Keuangan terus disoroti oleh pemodal dan perusahaan penerbit obligasi karena pemerintah justru melelang surat utang negara (SUN) dalam jumlah besar dengan imbal hasil yang tinggi ketika harga SUN tertekan. Padahal, imbal hasil SUN tersebut digunakan sebagai acuan bagi obligasi korporasi di pasar perdana.

Dalam diskusi tentang pasar obligasi Indonesia yang digelar PT Mandiri Sekuritas baru-baru ini tersirat betapa pentingnya pasar obligasi tidak hanya bagi pemerintah, tetapi bagi korporasi sebagai penjual dan juga bagi pembelinya.

Bagi pemerintah, yang menerbitkan surat utang negara (SUN), instrumen pasar modal ini merupakan sumber pendanaan negara selain sumber-sumber lainnya seperti dari pajak dan utang luar negeri. “Apakah pemerintah benar-benar tidak mempunyai duit atau memang tidak memikirkan pasar obligasi korporasi dengan melelang SUN dengan imbal hasil yang tinggi,” tutur Satino, staf ahli Asosiasi Dana Pensiun Indonesia.

Apa yang ditanyakan Satino kepada pejabat Depkeu yang hadir dalam acara itu memang sangat penting. Bayangkan saja di saat pasar obligasi dilanda aksi jual akibat kekhawatiran kenaikan suku bunga Federal Reserve, pemerintah justru melelang SUN dengan imbal hasil yang tinggi. Dampaknya tentu bisa diprediksi. Korporasi yang akan menerbitkan obligasi di pasar perdana tentu kelabakan dengan meroketnya imbal hasil, sehingga mendongkrak biaya penerbitan surat utang.

Namun, Kepala Subdirektorat Manajemen Portofolio dan Risiko Direktorat Pengelolaan SUN Bhimantara Widyajala membantah hal itu. Dia tidak menampik bahwa salah satu sumber pendanaan bagi pemerintah adalah SUN yang volumenya semakin diperbesar.

Bulan ini

Tahun ini saja pemerintah menargetkan bisa menerbitkan SUN Rp24,9 triliun. Ini sudah termasuk obligasi ritel yang rencananya akan diterbitkan dalam bulan ini. Target pemerintah untuk obligasi ritel Rp2 triliun, tetapi Bimantara mengatakan kalau pasarnya bagus, maka jumlah itu bisa ditingkatkan lagi.

Bagi korporasi, surat utang yang diterbitkan menjadi salah satu cara mendapatkan dana segar dari para investor di pasar obligasi. Dana ini bermanfaat bagi mereka dalam mengembangkan usaha. Direktur Keuangan PT Astra Sedaya Finance (ASF) Iwan Hadiantoro mengatakan untuk perusahaan pembiayaan seperti ASF, dana hasil obligasi penting untuk menutupi kebutuhan dana perseroan.

Untuk itu sebanyak 25%-30% sumber pendanaan perseroan berasal dari penerbitan obligasi. Sekarang ini perseroan sudah menerbitkan tujuh seri obligasi, yang jumlahnya 20% dari total emisi perusahaan pembiayaan Rp60 triliun.

Di sisi lain, obligasi bisa menjadi peluang meraup keuntungan dan menambah aset bagi sejumlah lembaga pengelola dana seperti dana pensiun, manajer investasi, perusahaan asuransi, dan perbankan.

Obligasi pun segera diakui sebagai alternatif pembiayaan yang bagus dalam pasar modal, disamping pembiayaan dari investasi pada saham dan instrumen lainnya. Meski ada banyak ragam surat utang yang dikeluarkan ke pasar, instrumen itu habis terserap.

Keuntungan obligasi menjadi semakin menggiurkan bilamana pihak penerbit menawarkan imbal hasil yang tinggi. Sektor korporasi pun tak sungkan-sungkan mengiming-imingi kupon yang tinggi. Dengan perlombaan ini, maka faktor kecepatan memasuki pasar menjadi sangat penting, karena memengaruhi daya serap. Emisi obligasi korporasi malah lebih sering dilakukan pada semester dua.

Menurut Direktur Keuangan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Rinaldi Firmansyah, pada saat itulah perusahaan paling membutuhkan dana setelah pada semester satu menggelar rapat umum pemegang saham, membagikan dividen, dan membelanjakan modal.

Antusiasme investor yang tinggi terhadap SUN maupun obligasi korporasi ini menjadi kunci lain dalam menggerakkan pasar modal dan perekonomian. Namun, sayangnya pasar obligasi kita dianggap belum dewasa.

* Artikel ini terbit di Bisnis Indonesia edisi 17 Juni 2006.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s