Pendekatan Nanoteknologi ala Mochtar Riady

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa masyarakat dunia menjadi masyarakat informasi. Pernyataan itu mengartikan mereka yang menguasai informasi adalah mereka yang menguasai dunia. Berkaitan dengan itu, kompetisi pada era ekonomi baru ini akan berpihak pada mereka yang unggul dalam penguasaan teknologi dan ilmu ekonomi berbasis pengetahuan.Untuk menyikapi fenomena perubahan itu, masyarakat patut bebenah diri dengan mereformasi sistem pendidikan. Itu karena pendidikan mampu membekali manusia dalam menghadapi kerumitan masa depan. Berlandaskan hal itu, penulis yang sudah berpuluh tahun malang melintang sebagai praktisi bisnis mencari suatu formula yang tepat untuk meningkatkan produktivitas dan efesiensi operasional perusahaan, termasuk usaha ritel, perbankan, usaha keluarga, dan institusi pendidikan seperti perguruan tinggi.

Ibarat manusia, perusahaan (organisasi) sebagai satu entitas juga bisa terancam penyakit yang tidak bisa dihindari dan dijauhi, yaitu penyakit ketuaan. Perusahaan yang sudah lama beroperasi dan telah berkembang seringkali mengalami ciri-ciri penyakit tersebut, misalnya lambat merespon. Ciri-ciri lainnya lagi yaitu adanya dokumen penting terselip di tengah proses pengolahan, sejumlah pekerjaan tidak selesai secara tuntas, ada pengeluaran yang kurang beralasan tanpa ada yang bertanggung jawab atau berusaha mencegahnya, bahkan cenderung ada upaya untuk menutupi kesalahan atau kelemahan antar sesama karyawan.

Indikator penyakit tua itu terdapat dalam manifestasi lima over, yaitu overloading, overlapping, overdoing, overfilling dalam unit kerja, dan overtime. Sejumlah gejala penyakit yang harus segera diobati sampai sembuh. Maka, apa yang manajer dan manajemen bisa lakukan untuk menyembuhkannya? Lalu seperti apakah resep obat itu?

Nanoteknologi

Cover Buku NanotechnologyMelirik perkembangan penelitian pada bidang bioteknologi, penulis mengadopsi konsep nanoteknologi untuk diterapkan dalam bidang manajemen. Berbicara tentang nanoteknologi maka berurusan dengan atom, bagian terkecil dari suatu unsur—baik itu benda mati ataupun mahkluk hidup. Saking kecilnya, yakni 1/50.000 tebal rambut, atom baru dapat diukur dalam skala nanometer (nm). 1 nm adalah 1/1.000.000.000 meter atau 10-9m. Penyatuan sejumlah atom menghasilkan molekul. Meski bersatu, masing-masing atom tetap memiliki sifat pribadi, dan satu sama lain saling berinteraksi.

Molekul juga dapat berinteraksi satu sama lain membentuk suatu rantai molekul yang lebih panjang atau lebih besar. Ilmuwan melalui teknologi penelitian memanipulasi interaksi antar atom atau molekul untuk mendapatkan manfaat baru, manfaat yang lebih besar. Pasalnya perubahan struktur molekul dengan komposisi penggabungan atom yang berbeda akan menimbulkan sifat, fungsi, atau manfaat yang berbeda.
Salah satu molekul yang terkenal dalam riset bioteknologi itu adalah rantai molekul deoxyribonucleic acid (DNA). Molekul pembawa sifat bawaan manusia yang terdiri dari empat jenis molekul basa yang disebut Adenine (A), Guanine (G), Cytosine (C), dan Thymine (T). Keempat jenis molekul ini tersusun sedemikian rupa hingga membentuk double helix, karena A mampu berpasangan dengan T, dan C mampu berpasangan dengan G.

Jika dianalogikan dengan rantai molekul, manajemen melibatkan empat unsur sederhana dalam konsep manajemen, yaitu single person (operator), single duty (objek), single action (komponen), dan single material (objek). Karyawan pun kemudian dikategorikan ke dalam kelompok Thinker (strategic planner), Appraiser (evaluator), Controller (quality control), dan Gatherer (executor). Tepat seperti rantai molekul DNA, A erat hubungannya dengan T, dan C erat hubungannya dengan G.

Tidak jauh berbeda dengan anggapan usahawan Jepang Matshusita Konosuke yang mengatakan hal terpenting dalam sektor perindustrian adalah membuat manusia untuk membuat benda/barang, penulis pun melihat manusia sebagai aset penting perusahaan yang menjalankan tugas, kerja, dan berurusan dengan keuangan perusahaan. Dengan penganalogian karyawan sebagai atom, penyatuan karyawan dalam konteks perusahaan diibaratkan sebagai lini operasi. Lini operasi di organisasi apa pun, mengandung empat unsur yakni bagan arus kerja (workflow chart), deskripsi kerja (job description), komponen cara kerja, dan objek benda (object material).

Bagan arus kerja menggambarkan jalur proses suatu pekerjaan (who to do), deskripsi kerja menjelaskan apa yang dikerjakan (what to do), komponen menjelaskan bagaimana pekerjaan dilakukan (how to do), dan objek benda mengacu pada benda yang dikerjakan: uang, dokumen, atau barang dagangan. Keluaran dari keempat unsur dalam lini operasi itu dapat dikonversikan dalam bentuk uang. Selanjutnya uang dimasukkan, dilaporkan dalam neraca harian. Ketidakseimbangan neraca harian inilah yang akan menunjukkan sehat tidaknya perusahaan.

Sebagaimana salah satu hal terpenting dalam riset nanoteknologi adalah upaya pendeteksian dan pengobatan suatu penyakit atau masalah yang dialami makhluk hidup dengan cara memanipulasi rantai-rantai molekul DNA. Hal ini membuka terobosan untuk melakukan terapi sebelum timbul gejala (pre-sympthom therapy) dalam mekanisme pengobatan di masa datang.

Pendeteksian masalah ini dilakukan dengan penelitian terhadap genome chip, chip yang mengandung kode-kode sifat penurunan atau total DNA. Bila genome chip sebagai total DNA berpotensi untuk memberikan informasi tentang gejala yang tidak beres pada makhluk hidup, maka  begitu pula dengan neraca harian lini operasi.

Melalui pemeriksaan seksama terhadap ketidakseimbangan neraca harian akan didapat informasi di mana masalah terjadi. Dengan begitu dapat dibuat diagnosis yang tepat untuk menyembuhkan penyakit ketuaan pada perusahaan. Apakah penggantian karyawan perlu dilakukan, atau cukup dengan pelatihan saja? Dalam model manajemen ini, teknik coaching untuk pembinaan, penerapan disiplin yang tegas, sistem reward and punishment tetap menjadi strategi untuk mencapai zero defect.

Tidak sekedar rumusan teori, buku ini juga dilengkapi dengan matriks dan daftar isian penerapan deteksi dini penyakit/analisis masalah pada manajemen usaha ritel, perbankan, serta manajemen perguruan tinggi.

Keterangan buku:
Judul             : Nanotechnology Management Style
Penulis          : Mochtar Riady
Penerbit        : Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
Cetakan        : I, Desember 2004
Tebal Buku    : xx + 288 halaman
 

* Artikel ini pernah terbit di Bisnis Indonesia pada 2004.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s