Growing Minimarts

Alfamart went from one to nearly 5,000 stores in just over a decade, and it’s not slowing down.

Djoko posing near the cash register at Alfamart outlet in Meruya, West Jakarta. Photo by Ahmad Zamroni.

Alfamart may specialize in minimarts but there’s nothing mini about the business. Targeted at the low to middle classes, the chain has blossomed from one store in 1999 to 4,863 outlets across the islands of Java, Makassar, Bali and Lampung, as of February 16. Parent company PT Sumber Alfaria Trijaya should book Rp 18 trillion of revenues this year, up from Rp 14.5 trillion in 2010, with profit projected to grow to Rp 400 billion from Rp 250 billion, according founder Djoko Susanto, who is president commissioner. Continue reading

Advertisements

Alfa dijual diskon 6,7% ke Carrefour

JAKARTA: Penandatanganan perjanjian jual beli bersyarat 75% saham Alfa Retailindo Tbk dengan PT Carrefour Indonesia berikut transaksinya di bursa dilangsungkan kemarin dengan harga diskon 6,7%. 

Komisaris Utama Alfa Djoko Susanto mengatakan penandatanganan perjanjian dilakukan pada pukul 1.00 WIB, dilanjutkan dengan transaksi di bursa pada pukul 13.30 WIB. “Harga jual senilai Rp1.921 per saham,” katanya di sela-sela jumpa pers penandatanganan jual beli saham tersebut, kemarin.

Harga tersebut diskon 6,7% dibandingkan dengan harga saham Alfa yang sebesar Rp2.050 per penutupan kemarin. Berdasarkan data Bloomberg, transaksi saham berkode ALFA tersebut dilakukan oleh broker jual Ciptadana Sekuritas dan broker beli Bahana Securities. Jumlah saham yang ditransaksikan sebanyak 351 juta saham senilai Rp674,3 miliar.

Selain Djoko, dalam kesempatan itu hadir pula Corporate Affairs Carrefour Indonesia Irawan D. Kadarman dan Presdir Carrefour Indonesia Jean Noel Bironneau.

Bironneau mengatakan dia telah menandatangani perjanjian jual beli 75% saham Alfa senilai Rp674 miliar dengan kedua pemegang saham mayoritas Alfa yakni PT Sigmantara Alfindo dan Prime Horizon Pte Ltd pada 21 Januari.

Sigmantara menjual 35% dari total 55% saham Alfa yang dikuasainya, sedangkan Prime Horizon yang berkedudukan di Singapura melego seluruh sahamnya yang berjumlah 40%. Dengan total saham Alfa sebanyak 468 juta, jumlah saham yang dijual sebanyak 351 juta saham.

“Dengan akuisisi ini, Carrefour Indonesia menguatkan posisinya sebagai pemimpin dalam penjualan makanan di Indonesia,” tuturnya.

Setelah menguasai mayoritas saham Alfa, Bironneau mengatakan akan menggelar penawaran tender terhadap 5% saham Alfa milik publik sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Bila mengacu pada isi peraturan Bapepam No. IX.F.2 tentang bentuk dan isi penawaran tender, harga tender offer ditentukan berdasarkan harga saham tertinggi selama tiga bulan terakhir. Dengan demikian, Carrefour diperkirakan akan melakukan tender offer pada level Rp2.300 per saham.

Bironneau menambahkan pascaakuisisi Carrefour akan mempertahankan status Alfa sebagai perusahaan terbuka sekaligus tetap mempekerjakan sebanyak 5.000 karyawan Alfa.

“Sama sekali tidak ada rencana untuk menutup toko. Kami justru akan buka gerai baru, tambah jumlah karyawan, sehingga membuka peluang baru dengan munculnya posisi [jabatan] baru. Tentu saja akan ada tantangan baru pula.”

Namun, dia menolak merinci lebih jauh soal penambahan gerai baru yang dimaksud. Rencana tersebut, katanya, akan dibicarakan oleh dewan direktur dan komisaris Alfa baru, yang akan ditetapkan segera dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB).

Sementara itu, Carrefour merencanakan untuk membuka tiga gerai baru pada Februari. Bironneau menolak merinci lebih jauh, termasuk memperkirakan kontribusi penjualan dari 29 gerai Alfa Supermarket kepada Carrefour.

Oleh Pudji Lestari
Bisnis Indonesia
22 Januari 2008