Mengelola konflik dengan game-theory

Pekan lalu Royal Swedish Academy of Science menganugerahkan penghargaan nobel 2005 dalam bidang ekonomi kepada Robert J. Aumann dan Thomas C. Schelling. Inilah kali kedua dimana Akademi memberi penghargaan kepada para ahli teori permainan (game-theory). Sebelumnya pada 1994, nobel serupa jatuh ke tangan John Harsanyi, John Forbes Nash Jr., dan Reinhard Selten. Continue reading

Advertisements

Menunggu Perubahan di Jerman

Setidaknya dari sekian pemilu yang terjadi pada bulan ini, ada dua yang paling menarik perhatian warga dunia yaitu pemilu di Jepang dan Jerman.
Bila pada pekan sebelumnya pemilu Jepang berhasil memberi suara mayoritas untuk mendorong perubahan, pemilu Jerman justru gagal meraih hal serupa. Pasalnya dua partai besar yang berkompetisi tidak berhasil meraih suara mayoritas. Continue reading

Akankah AS Mengulang Sejarah? (2)

Ini merupakan bagian kedua dari dua tulisan.

Pergeseran patokan yuan terhadap dolar AS dan perubahan sistem pertukaran mengambang terkendali atas mata uang keranjang menunjukkan sikap China yang rela mengabulkan keinginan berbagai pihak. Menyenangkan mereka yang kontra tanpa mengabaikan kepentingan stake holder negaranya sendiri. Continue reading

Akankah AS Mengulang Sejarah? (1)

Ini merupakan bagian pertama dari dua tulisan.

Setelah dua tahun didesak terus menerus oleh negara-negara maju—seperti AS, Uni Eropa, dan Jepang—Beijing akhirnya merevaluasi yuan sebesar 2,1% pada 21 Juli lalu. Mata uang yang kerap disebut reminbi ini pun kemudian diperdagangkan mengambang terkendali (managed floating) dengan kisaran 0,3%. Langkah ini mengabaikan praktik pematokan terhadap dolar sebesar 8,28 sejak 1995. Continue reading

Indikator Kemiskinan BPS, Akuratkah?

Dalam lokakarya Hasil-Hasil Technical Assistance ADB tentang Leading Indicators of Poverty beberapa waktu yang lalu, Badan Pusat Statistik dan Asian Development Bank (ADB) memaparkan hasil kajiannya mengenai tingkat kemiskinan di Indonesia. Hasilnya sungguh menggembirakan, tingkat kemiskinan pada tahun lalu posisinya kembali seperti pada 1996, atau sama dengan kondisi sebelum krisis. Continue reading