Mari nikmati bersama kejayaan pasar modal

Terompet pergantian tahun baru saja ditiup. Kegembiraan mewarnai lantai bursa demi merayakan keberhasilan yang dicapai pada tahun yang telah lewat. Pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) setahun kemarin memang mengesankan, bahkan bisa dibilang spektakuler karena indeks naik lebih dari 56% dibandingkan dengan posisi penutupan akhir 2006 di level 1.805. Continue reading

Advertisements

33 Tahun simpan saham Unilever dan Bayer

Beli dan jual saham dalam sehari adalah hal yang lazim bagi pemegang saham. Horison investasi jangka pendek yang diadopsi banyak pemegang saham domestik ini pun tak ayal mengidentikkan investasi saham dengan istilah ‘main saham’. Tapi, menjadi tidak lazim bagi Meutia Farida Hatta Swasono yang sudah 33 tahun menyimpan baik-baik saham PT Unilever Indonesia Tbk dan PT Bayer Indonesia Tbk sejak 1973. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan itu memegang dua saham tersebut bukan karena menginginkan dividen yang lebih besar, melainkan tidak mengerti bagaimana berdagang saham di bursa. Continue reading

Menunggu lego saham BNI tahun ini

Kabar Kementerian BUMN bakal melego kembali sahamnya di PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) berembus berkali-kali. Pada Maret, Meneg BUMN Sofyan Abdul Djalil secara gamblang menyatakan pemerintah berencana melepas 10% saham termasuk 3% porsi greenshoe di bank BUMN itu melalui penjualan strategis. Komite privatisasi sedang mengkajinya. Mungkinkah aksi korporasi tersebut dilakukan pada tahun ini? Continue reading

Tiga sekuritas dominasi penjaminan emisi

JAKARTA: Tiga perusahaan sekuritas-PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Securities, dan PT Danatama Makmur-mendominasi penguasaan pangsa pasar penjaminan emisi surat utang dan saham yang mencapai US$1,58 miliar sepanjang 2006. PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Securities, dan PT Danatama Makmur masing-masing menguasai pangsa pasar 12,5%, 11,2%, dan 10,2%, sedangkan 18 perusahaan sekuritas lainnya harus puas mengantongi pangsa pasar 0,1%-8,8% untuk total 48 emisi. Continue reading

Medco seret Lapindo ke arbitrase

JAKARTA: PT Medco Energi Internasional Tbk, perusahaan yang dikendalikan oleh keluarga Panigoro, akhirnya menyeret Lapindo Brantas Inc ke arbitrase internasional di New York terkait semburan lumpur panas di sumur Banjar Panji-1, Porong, Sidoarjo.

Perbedaan pendapat soal pihak yang harus bertanggung jawab sekaligus potensi kerugian yang bakal ditanggung oleh pemegang kontrak produksi migas Blok Brantas PSC membuat Medco berinisiatif memperkarakan operator sumur itu melalui arbitrase. Continue reading